Cara Cek Keaslian Buku Nikah dan Cara Urus Kesalahan Penulisan pada Buku Nikah

Berikut cara cek keaslian buku nikah dan cara urus kesalahan dalam penulisan pada buku nikah. Buku nikah adalah dokumen penting yang menyatakan pasangan suami istri telah menikah sah secara agama dan negara. Oleh karena itu, masyarakat juga harus cerdas dengan mengenali buku nikah asli yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

Bagaimana cara mengeceknya? Berikut cara cek keaslian buku nikah dan cara urus salah penulisan pada buku nikah, dikutip dari : 1. Pada halaman dalam sampul, terdapat hologram berbentuk lingkaran bergambar Garuda;

2. Terdapat lembar transparan mengkilat berhologram untuk menutup lembar identitas pasangan pengantin; 3. Terdapat nomor seri dengan sistem lubang pada bagian bawah buku; Nomor ini mempunyai kode khusus.

4. Apabila diterawang, setiap halaman buku akan terlihat gambar Garuda. Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek keaslian buku nikah dengan memperhatikan hal berikut. Datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) dengan membawa buku nikah;

Petugas KUA akan melakukan verifikasi terhadap keaslian buku nikah. Pindai/ scan QR Code yang terdapat pada buku nikah dengan aplikasi QR Scanner yang sudah terinstall pada perangkat smartphone ; Setelah dipindai, QR Code pada buku nikah asli akan terhubung pada data pernikahan di aplikasi Simkah.

Buku nikah adalah dokumen resmi dari Kantor Urusan Agama atau KUA yang penting dimiliki oleh pasangan yang telah menikah. Namun, sering terjadi kesalahan dalam penulisan pada buku nikah. Apabila ada kesalahan dalam penulisan pada buku nikah, KUA dapat mengganti dengan buku nikah yang baru.

Pemilik buku nikah cukup datang ke KUA dengan membawa sejumlah dokumen. Berikut syarat mendapatkan buku nikah yang baru secara gratis di KUA, dikutip dari : KTP;

Kartu keluarga; Ijazah terakhir; Pas foto ukuran 2×3 latar biru.

Namun, apabila stok buku nikah terbatas, pihak KUA akan melakukan hal berikut. Mencoret dua garis pada tulisan yang salah; Menulis perbaikannya dengan huruf kapital;

Kepala KUA membubuhi paraf pada ujung kanan pada kata yang dicoret; Kepala KUA memberi cap dinas di atas kata yang salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.