Moncer saat Uji Coba Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri Dipusingkan Kondisi di Lechia Gdansk

Egy Maulana Vikri kembali menunjukkan tajinya saat berseragam Timnas Indonesia. Egy Maulana Vikri memberi sumbangsih nyata pada permainan Timnas Indonesia saat dirinya masuk ke lapangan. Diketahui, Egy Maulana Vikri baru dimasukkan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae yong, saat babak kedua hampir berjalan 60 menit.

Meski demikian, ia tak memerlukan waktu lama untuk langsung mencetak gol ke gawang Timnas Afghanistan yang menjadi lawan uji coba skuat Garuda, Selasa (25/5/2021). Sebiji gol yang ia buat lantas memberi dorongan pada para pemain Garuda untuk tampil lebih menggigit di babak kedua. Alhasil, Adam Alis Setyano mampu menyarangkan gol kedua bagi Timnas Indonesia pada menit ke 64.

Penampilan Egy yang moncer di laga uji coba timnas ini seakan menyiratkan ilmu dan kemampuan yang ia dapat saat berkelana ke benua biru. Diketahui, Egy Maulana Vikri saat ini membela klub asa Polandia, Lechia Gdansk. Pemain berusia 20 tahun ini sudah sekira 3 tahun berada di klub top Polandia tersebut.

Dikutip dari Transfermarkt , Egy bergabung dengan Lechia Gdanks pada tahun 2018 lalu. Ia dikontrak selama 3 tahun dengan opsi perpanjangan 2 tahun. Pemain kelahiran Medan ini sempat digadang akan menjadi bintang baru di Lechia Gdansk.

Akan tetapi, Lechia nyatanya tak memberi menit bermain yang cukup baginya. Hal itu tercermin dari jumlah menit bermain sang pemain saat membela tim senior Lechia. Ia tercatat hanya turun dalam 132 menit pertandingan selama 3 musim.

Egy hanya turun dalam 10 pertandingan di liga utama Polandia dan belum pernah menyumbang gol atau assist. Masa depan sang pemain di Polandia pun semakin runyam setelah pelatih Lechia Gdansk 'menyerang' Egy secara halus. Pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, terang terangan mengungkapkan alasannya jarang memilih Egy untuk berada di tim.

Menurutnya, faktor fisik sang pemain membuatnya berat untuk menurunkan Egy di laga laga Lechia. Ia menyebut Liga Polandia adalah kompetisi yang memerlukan kekuatan fisik. Hal itu dianggapnya tak ada dalam diri Egy Maulana Vikri.

"Ini adalah liga yang menggunakan fisik," ungkap Piotr Stokowiec dikutip dari laman Sportowe Fakty . "Jadi, bagi sebagian pemain ini akan menjadi masa sulit, seperti Egy." "Meski mempunyai kemampuan bagus, fisik sering menjadi pemenang di sebuah pertandingan," sambungnya.

Namun, rasanya kurang adil bila menyalahkan kondisi fisik Egy Maulana yang dianggap kurang untuk liga Polandia. Kekurangan fisik nyatanya tak selalu menjadi hambatan bagi beberapa pemain untuk bersinar. Pemain seperti Diego Maradona, Lionel Messi, Alexis Sanchez, dan Roberto Carlos adalah beberapa pemain sepak bola dunia yang tak memiliki tubuh besar.

Nyatanya mereka mampu menaklukkan dunia dengan tim masing masing. Bukan bermaksud membandingkan Egy dengan pemain di atas, tetapi ada baiknya Lechia memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak bagi sang pemain untuk membuktikan diri tanpa menitik beratkan pada keadaan fisik. Jika Lechia bersikukuh dengan pendapat mereka soal Egy, maka tak ada jalan lain bagi sang pemain.

Mencari pelabuhan anyar barangkali akan lebih menguntungkan karier sepak bolanya ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.